"Hmm, mulai darimana ya?"
"Hasilnya nanti gimana ya? Akan bagus nggak ya..."
"Duh, kalau engga ada yang suka gimana?"
"Worth it engga sih, gue ngerjain ini?"
Dan segudang lintasan-lintasan kekhawatiran lainnya yang muncul. Itu baru mau memulai lho, belum nanti ketika hal itu sedang dikerjakan dengan seperti tidak adanya hasil dari usaha yang kamu kerjakan.
Kabar baiknya adalah kamu tidak sendiri :)
Setiap orang pada awalnya selalu dihadapkan ketakutan dan kekhawatiran seperti ini.
Ini wajar dan alami.
Kalaupun ada yang tidak begitu, artinya itu bukan hal pertama baginya dirinya, sudah banyak proses yang dia lewati sampai akhirnya dengan sanggup menghadapi ketakutan dan kekhawatirannya atau memang dia memiliki struktur otak yang unik ;)
Penghalang terbesar ketika kita ingin memulai sesuatu terkadang adalah diri kita sendiri, kita takut atas penilaian orang, kita takut kalau kita tidak mampu menyelesaikannya, kita takut kalau.... dengan 1000 alasan lainnya.
Padahal dengan semangat memulai hal baru -- sesuai dengan semangat tema blog ini "mulai aja dulu", kita telah mencoba melakukan perubahan, sebuah usaha dinamis untuk bergerak. Menolak diam tanpa melakukan apa-apa. Inipun selaras dengan semangat hijrah pada keyakinan yang saya anut.
Semangat ini juga digaungkan oleh Rhenald Kasali, seorang tokoh ahli di bidang manajemen yang kita begitu kenal dalam banyak tulisannya di artikel-artikel di koran serta buku-bukunya seperti Let`s Change! dan Self Driving: Menjadi Driver atau Passenger.
Bahwa kita harus bergerak adalah sebuah keniscayaan, tetapi agar kita bisa on the track dan tidak jatuh di lubang yang sama, beberapa tips berikut mungkin bisa menjadi adopsi dalam perjuangan kamu, mari kita lihat satu-satu:
1. Pertama, Ubah Mindset, Karena Berpikir Bisa Salah
Dalam buku berpikir itu "dipraktekin" dijelaskan bahwa berpikir bisa salah. Tanpa persiapan, berpikir bisa menjadi salah. Banyak tindakan sia-sia disebabkan proses berpikir yang tidak dibarengi dengan pemahaman yang jelas.
Oleh Tim Wesfix pikiran kita bisa terdistorsi banyak hal. Pertama karena kemampuan fokus kita berkurang, ketika fokus kita berkurang, perhatian kita akan begitu terdistraksi ke berbagai hal yang sama sekali tidak relevan seperti lintasan-lintasan pertanyaan yang muncul yang kita bahas di atas. Pemahaman kita pun menjadi dangkal dan kabur.
![]() |
| Merenung dan Menenangkan Diri |
Kedua, dengan bisingnya era ini dimana informasi yang masuk begitu banyak dan kabar buruknya tidak semua berkualitas. Beberapa diantaranya hoax, gosip, spekulasi, pseudoscience pada akhirnya memberi pengaruh pada penilaian kita. Untuk itu kita perlu berpikir jernih.
2. Kedua, Terus-Menerus Meng-upgrade Pengetahuan
Era informasi saat ini mengharuskan kita harus mampu bekerja keras dan juga cerdas. Kerja dengan perencanaan yang mantap, dengan strategi yang berbeda, dan tentunya dengan ketangguhan untuk terus bangun lagi, lagi dan lagi.
Untuk menghasilkan perencanaan yang mantap dan mendapatkan strategi yang berbeda rasa-rasanya kita tidak bisa mengandalkan pengetahuan lama kita. Memang konsep dasar bisa saja lama, tapi tools yang lebih baru tentunya akan mempermudah kerja kita, dan tentu saja menghemat waktu kita bukan?
![]() |
| Meningkatkan Kapasitas Diri |
Konsep dalam agama saya juga selalu mengajarkan, jika kamu sudah selesai dengan satu urusan, maka kerjakanlah urusan lain dengan sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh di sini tentu saja kita harus totalitas dalam mencoba mengerahkan berbagai cara agar tepat guna dan tepat sasaran.
3. Terakhir, Lihatlah Gambaran Besarnya
Terkadang masalah kecil terlihat besar karena kita terlalu dekat memandang masalah tersebut, Saran saya cobalah mundur sedikit ke belakang lalu lihat masalahnya secara keseluruhan.
![]() |
| Melihat Secara Menyeluruh |
Kamu tiba-tiba saja bisa melompat kegirangan karena selama ini masalahnya berada di blind spot kita, pada daerah yang memang kita tidak mampu jangkau dengan area pandang kita
Untuk awalnya mungkin langkah-langkah di atas sulit untuk dilakukan, tapi tentu dengan latihan yang banyak, kita akan mampu melihat lebih baik pada tujuan yang hendak kita capai dalam memulai sesuatu. Ayo berubah, mulai aja dulu!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar